Butuh penyemangat dalam belajar dan untuk mendapat hasil yang maksimal, jadi jagalah baik-baik penyemangat itu, jangan sampai kita kehilangan, jangan sampai itu hilang dari kehidupanmu, apapun hasil dari proses atau usaha belajarmu, itu adalah cerminan dari pintar-pintarnya kamu menjaga dan mempertahankan penyemangat itu di proses belajarmu.
Sebenarnya aku iri liat kamu lebih baik dari aku, aku sakit kamu lebih dari aku, tapi itu sebatas gejolak dalam diriku,aku tak akan sampai hati membuatmu sakit juga, aku tak akan menusukmu dari belakang, aku tak akan “membunuhmu” akan sakit dan iriku. Tapi rasa sakit dan iri itu akan menuntun dan mendorongku untuk berusaha menjadi lebih baik dari kamu, dan aku akan membuat kamu iri atas kekalahanmu nanti. Dan kamu akan sadar dan belajar dari kekalahanmu, aku belajar dari keirianku padamu, kamu belajar dari keirianmu padaku, itu itu baik bagi aku dan kamu karena itu bermanfaat bagi kamu dan aku.
Sebenarnya aku susah liat orang senang liat temannya susah, dan aku senang melihat orang sedih melihat temannya senang.
Aku senang melihat kau rajin, kau aktif, kau antusias untuk mendapat hasil yang maksimal. Tapi aku yakin, aku cukup memperhatikan kerajinanmu, keaktivanmu, antusiasmu, dan “mengkompres” apa yang telah kau lakukan menjadi usaha-usaha yang sangat efisien untuk aku untuk mendapatkan segalanya yang mungkin tidak semua yang kamu inginkan.
Proses memang telah banyak dilupakan oleh orang-orang, mereka lebih memprioritaskan hasil. Sungguh merugi orang-orang yang seperti itu, karena mereka banyak kehilangan “sesuatu yang lebih” yang bisa menjadi pelajaran untuk hasil yang lain pula. Karena dalam suatu proses untuk mencapai hasil, jika kita melewati proses, kita akan mendapatkan banyak pelajaran yang bisa berguna untuk usaha dalam mencapai hasil-hasil berikutnya.
Tidak perlu belajar jika kita hanya ingin untuk mencapai satu hasil, belajarlah untuk mencapai banyak hasil yang bisa memjembatani kita untuk belajar mencapai hasil-hasil berikutnya dan hasil yang banyak pula.
Sebenarnya aku sedih ketika kamu belajar dan aku tidak. Aku sakit hati ketika kamu berusaha dan aku tidak. Itu lebih baik daripada kita sedih, iri, sakit hati ketika dia mendapatkan hasil yang maksimal dan kita tidak.
Caramu belajar memang berbeda denganku, karena aku selalu berusaha agar perbedaan belajarku dan belajarmu akan selalu membuat cara belajar kita berbeda. Sehingga itu akan membuat kita sama-sama berpikir bahwa tidak perlu terpaku akan satu hal dalam mencapai suatu hasil yang maksimal.
Aku akan selalu membantumu meski kamu tak mau berusaha, aku akan selalu ada untukmu meski kamu tak selalu ada untukku, aku akan selalu siap jika kau berpangku tangan padaku. Karena semakin lama kau melakukan hal itu padaku, maka semakin besar pula rasa sakitmu jika kau sadar nanti karena kau telah menganiaya temanmu yang selalu berkorban untukmu selama ini. Tapi ini tetap baik untukmu, karena kau akan mulai belajar untuk menjadi lebih baik dari apa yang kau lakukan selama ini. Aku pun juga senang melihatmu mulai sadar dan belajar kedepannya.
Aku sungguh tertawa terbahak-bahak di dalam hati ketika melihat kamu tertawa terbahak-bahak melihat orang yang telah berinisiatif untuk menjawab dan berani menyatakan pendapatnya di depan orang banyak.
Persetan dengan orang yang tiba-tiba sedih setelah dia bertanya dan mendapat jawaban mengenai hasil yang baik yang telah dicapai temannya.
Belajar untuk orang yang kita sayangi, secara tidak kita sadari juga akan membuat orang yang kita sayangi menjadi lebih baik.
Kau belajar dan, kau berhasil, kau gagal, aku tetap senang karena kau akan merasakan banyak pelajaran dari dua kondisi itu.
Belajar cukup sekadarnya saja, jangan rakus untuk mempelajari semua yang ada, karena belajar cukup sekadarnya juga akan bercabang ke hasil-hasil yang lain dengan belajar yang lain pula.
Belajar untuk orang-orang yang membenci kita, sebenarnya akan membuat orang-orang yang menyayangi kita akan selalu peduli untuk kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar